Sabtu, 23 November 2013

Peran-peran Pankreas pada tubuh manausia



Pulau Langerhans pankreas merupakan bagian pankreas yang bersifat sebagai kelenjar endokrin, sedangkan bagian asinar bersifat sebagai kelenjar eksokrin. Sel β (beta) pulau Langerhans pankreas berperan  menghasilkan hormon  insulin.  Insulin  merupakan faktor hipoglikemik artinya sebagai faktor yang menyebabkan penurunan kadar glukosa darah. Pada kondisi glukosa darah meningkat (misalnya saat setelah makan yang lebih banyak mengandung unsur karbohidrat), maka akan merangsang sekresi insulin dan mencegah sekresi  glukagon.  Insulin  bekerja  meningkatkan  afinitas  molekul karier  didalam  membran  sel  dengan  glukosa  sehingga mempermudah dan mempercepat masuknya glukosa ke dalam sel. Setelah glukosa berada di dalam sitoplasma, selanjutnya jika tidak dimanfaatkan sebagai sumber energi, oleh insulin akan disintesis menjadi glikogen (cadangan glukosa) di dalam beebagai sel hati, otot,  atau  jaringan lain.  Sel  α  (alfa)  pulau Langerhans pankreas menghasilkan hormon glukagon. Glukagon bekerja sebagai faktor hiperglikemik  artinya  sebagai  faktor  yang  menyebabkan meningkatnya  kadar  glukosa  darah,  karena  glukagon  berperan merangsang proses glikogenolisis dan glukoneogenesis. Glukagon bersifat lebih poten daripada epinefrin (adrenalin). Penurunan kadar glukosa darah dikenali oleh sel α pankreas berperan menghasilkan hormon glukagon. Hormon glukagon berperan merangsang pembebasan glukosa dari glikogen (terutama di sel hati) sehingga kadar gula darah kembali normal.
Disamping memacu pembebas-an insulin oleh pankreas, kadar glukosa darah juga mempengaruhi perilaku makan. Mekanisme pengaturan (kontrol) perilaku makan adalah sebagai berikut: kadar glukosa darah mempengaruhi glukostat yaitu pusat kenyang (satiety center). yang terdapat pada    basal hipotalamus. Pusat ini menghambat hipotalamus lateral yang merupakan pusat makan (feeding center). Pada kondisi kadar glukosa darah rendah, pusat kenyang tidak  lagi  menghambat pusat  makan  sehingga memacu pusat tersebut dan timbul keinginan untuk makan (nafsu makan). Akibat dari pengambilan makanan, maka kadar glukosa darah meningkat dan kembali normal.
Kelainan gangguan sintesis dan sekresi insulin menyebabkan penyakit diabetes mellitus (DM) atau kencing manis. Pada penderita DM  ditandai  dengan  gejala  meningkatnya  kadar  glukosa  darah. Gejala lain yang mengikuti antara lain terdapat glukosa dalam urin (glukosuria), rasa haus dan banyak minum (polidipsia), lapar dan banyak makan (polifagia), volume air kencing meningkat (poliuria), luka sukar sembuh, dan impotensi.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More