This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Peternakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peternakan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Desember 2013

Jenis Perikanan dan Persebarannya di Indonesia

Secara umum sistem penangkapan ikan laut dibedakan menjadi dua, yaitu perikanan pantai dan laut dalam dan Darat

1) Perikanan Pantai
Perikanan pantai dilakukan di kawasan laut dangkal dengan jarak tempuh kurang dari 60 mil dari pantai. Jenis penangkapan ikan ini biasa dilakukan oleh nelayan tradisional yang menggunakan perahu dayung atau kapal motor tempel. Oleh karena peralatan yang digunakan sangat terbatas, hasil tangkapannyapun kurang memuaskan. Jenis ikan yang sering ditangkap, antara lain kembung, teri, petek, lemuru, dan beberapa jenis moluska, seperti cumi dan ubur-ubur.
2) Perikanan Laut Dalam
Perikanan laut dalam merupakan jenis penangkapan ikan di laut lepas atau samudra yang biasa dilakukan oleh nelayan modern atau perusahaan perikanan dengan peralatan canggih. Mereka biasa pergi menangkap ikan dengan kapal trawl serta alat penangkap ikan berupa pukat harimau. Jala ikan jenis ini mampu menjaring ikan dalam jumlah yang banyak, mulai dari ikan-ikan besar sampai yang ukurannya kecil. Komoditas yang menjadi andalan tangkapan adalah tuna dan cakalang.
  • Beberapa wilayah di Indonesia yang merupakan kawasan perikananlaut yang potensial antara lain sebagai berikut.
  • Sekitar Selat Malaka dengan pusat di daerah Bagansiapiapi. Di wilayah ini banyak mengandung ikan terumbuk.
  • Sekitar perairan pantai utara Jawa, dan Segara Anakan (Cilacap). Selain ikan di wilayah ini banyak terdapat rumput laut dan agaragar.
  • Sekitar Air Tembaga, Bitung, dan Sulawesi Utara yang banyak menghasilkan jenis ikan tuna dan cakalang.
  • Perairan Maluku (sekitar Ambon) yang merupakan salah satu zona up welling curent sehingga menjadi kawasan yang kaya dengan ikan. Di wilayah ini banyak terdapat jenis ikan cakalang, rumput laut, dan beberapa jenis ikan hias.
  • Di daerah Dobo (sekitar Kepulauan Aru) dan Kepulauan Kei banyak mengandung mutiara, udang laut, tripang, bunga karang dan rumput laut.
  • Perairan sekitar Pulau Solor dan Alor
3) Perikanan Darat
Selain perikanan laut juga mengenal perikanan darat yang dilakukan di air tawar dan air payau. Bentang perairan darat yang biasa dijadikan wilayah penangkapan atau pembudidayaan ikan antara lain sungai, danau, empang atau kolam, sawah, dan bendungan (waduk atau danau buatan). Budidaya ikan di sungai biasanya dilakukan dengan sistem arus deras (water running system) yang memanfaatkan aliran sungai. Dengan pola ini pertumbuhan ikan relatif cepat, sebab ikan senantiasa bergerak untuk menahan aliran air dan selalu terjadi pergantian air.
Bentang perairan darat yang juga potensial sebagai kawasan penangkapan ikan adalah danau, seperti Danau Poso dan Tempe di Sulawesi. Di wilayah danau dapat juga diupayakan budidaya perikanandengan sistem jala terapung atau keramba. Pola budidaya ikan jala terapung telah dilakukan oleh penduduk yang tinggal di sekitar Bendungan Jatiluhur, Saguling, dan Ci Rata (Jawa Barat). Jenis ikan yang biasa diusahakan antara lain ikan mas dan nila. Bentuk pembudidayaan ikan di sawah dikenal dengan istilah minapadi, yang merupakan bentuk tumpang sari antara ikan dengan padi sawah. Pada saat lahan pertanian sawah telah dibajak dan bibit padi mulai disemaikan, benih ikan juga mulai ditebar, dengan harapan sebelum tanaman padi besar, ikan sudah dipanen. Jenis ikan yang biasa diupayakan adalah ikan mas atau nila. Sistem minapadi ini memberikan keuntungan ganda bagi para petani. Di daerah sekitar pantai dan dataran rendah sering kita jumpai budidaya ikan di air payau, berupa perikanan tambak. Jenis ikan yang sering diupayakan, antara lain ikan bandeng, gurame atau udang. Budidaya ikan air payau agak berbeda dengan air tawar.
Ada beberapa persyaratan fisik yang harus dipenuhi, antara lain sebagai berikut.
  • Perbedaan tinggi muka air saat laut pasang naik dan pasang surut harus jelas, mengingat ikanbandeng biasanya bertelur di air laut dan nantinya dijaring untuk dibudidayakan lebih lanjut di air payau.
  • Daerah di sekitarnya harus subur bagi tumbuhnya berbagai jenis rumput-rumputan yang berfungsi sebagai makanan utama ikan mbandeng


Minggu, 17 November 2013

Kendala-Kendala dalam Bidang Peternakan dan Upaya Mengatasinya

Berbagai kendala sering dijumpai dalam sektor peternakan, baik yang berhubungan dengan permodalan, pengetahuan yang memadai, teknologi, serta luas lahan yang dimiliki penduduk. Untuk mengatasipermasalahan-permasalahan tersebut, tentunya perlu dilakukan upaya secara terpadu antara pemerintah, penduduk peternak, dan lembagalembaga yang terkait dengan sektor peternakan.
Secara khusus kendala dan permasalahan yang paling umum dijumpai dalam sektor peternakan khususnya di negara Indonesia antara lain sebagai berikut.
  1. Usaha peternakan di Indonesia masih dilakukan sebagai usaha sampingan sehingga hasilnya hanya diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
  2. Pengetahuan penduduk tentang cara beternak yang baik masih kurang.
  3. Masalah kekurangan permodalan.
  4. Kurang tersedianya bibit unggul atau yang memiliki kualitas baik.
  5. Teknologi peternakan yang digunakan penduduk masih relative sederhana.
  6. Masih kurangnya tenaga ahli di bidang peternakan.
  7. Adanya wabah penyakit yang sering melanda hewan ternak, seperti antrax, tetelo, dan flu burung.
  8. Kurangnya industri sarana pengawetan hasil ternak.

Untuk mengatasi kendala-kendala dalam bidang peternakan, pemerintah dalam hal ini dinas peternakan bersama-sama masyarakat, lembaga pendidikan, dan instansi terkait mengupayakan beberapa program, yaitu sebagai berikut.
  • Memberikan bantuan modal untuk mengembangkan usaha ternak, baik melalui koperasi, bank pemerintah, atau lembagalembaga lainnya.

  • Memberikan penyuluhan secara berkala kepada para peternak.
  • Mendatangkan jenis ternak yang berkualitas tinggi, seperti sapi daging (onggole) dan etawa (kambing India), sapi perah dari Australia dan Belanda, serta ayam leghorn dari Amerika Serikat yang kemudian disilangkan dengan hewan lokal.
  • Menyediakan makan ternak bermutu, contohnya mendatangkan rumput bengala dari India.
  • Memberantas wabah penyakit unggas, melalui program pemberian vaksin, ataupun dengan cara memusnahkan hewan yang telah terjangkit wabah penyakit.
  • Meningkatkan kualitas dan kuantitas hewan ternak, seperti dengan cara kawin silang dan inseminasi buatan.
  • Mendatangkan mesin pengawet (untuk pengawetan daging atau susu), alat pasteurisasi, dan alat penetasan telur yang lebih efektif.
  • Mendirikan lembaga penelitian, contohnya di Surabaya dibangun Badan Penyelidikan Penyakit Mulut dan Kuku, serta Lembaga Penyelidikan Hewan di Bogor dan Makassar.
  • Menyelenggarakan pendidikan yang berkaitan dengan sector peternakan, seperti fakultas peternakan dan kedokteran hewan, sebagai tempat mempersiapkan tenaga ahli di bidang peternakan. Misalnya, di IPB, Unpad, dan UGM.

Senin, 11 November 2013

Pemanfaatan Sumber Daya Peternakan

Kegiatan sektor ekonomi jenis sumber daya alam hayati lainnya adalah sektor peternakan, dengan memanfaatkan salah satu jenis sumber daya alam biotik, yaitu hewan. Sistem peternakan yang diupayakan penduduk di Indonesi umumnya merupakan usaha sampingan, selain mata pencarian utama, yaitu pertanian. Kegiatan peternakandilakukan secara kecil-kecilan dan sebagai usaha rumah tangga dengan cara yang sederhana. Oleh karena cara pengusahaannya yang masih tradisional dan merupakan usaha sampingan, hasilnya pun masih bersifat subsistens, yaitu hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sebagian kecil sisanya baru dijual untuk menambah penghasilan. Di samping untuk menambah kesejahteraan keluarga, pemeliharaan hewan ternak dimanfaatkan untuk membantu kelancaran aktivitas mata pencarian, misalnya sapi atau kerbau untuk mengolah lahan pertanian. Sebetulnya, kegiatan ternak di Indonesia harus dapat dikembangkan secara maksimal.

Hal ini dikarenakan beberapa faktor alam dan sosial yang mendukung kegiatan pemanfaatan sumber daya hewani tersebut, yaitu sebagai berikut.
  • Negara Indonesia memiliki padang rumput yang relatif luas, seperti di Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Sulawesi.
  • Faktor iklim, seperti suhu udara dan curah hujan sangat memungkinkan bagi budidaya peternakan.
  • Kebutuhan akan daging serta hal lain dari ternak, seperti kulit, bulu, dan kotorannya untuk dijadikan pupuk kompos buatan cenderung meningkat.

Minggu, 03 November 2013

Peternakan hewan besar, Peternakan kecil, dan Peternakan unggas

Berdasarkan jenis sumber daya hewan yang dibudidayakan peternakan dibedakan menjadi tiga, yaitu peternakan hewan besar, kecil, dan unggas
1) Ternak Besar
Hewan ternak besar yang sangat potensial untuk dibudidayakan adalah sapi. Jenis sapi yang biasa diupayakan penduduk terdiri atas dua jenis, yaitu sapi potong dan sapi perah.
Pembudidayaan atau ternak sapi potong banyak dijumpai di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, sedangkan daerah persebaran ternak sapi perah antara lain Lembang (Jawa Barat), Boyolali (Jawa Tengah), dan Grati (Jawa Timur). Daerah yang paling cocok untuk pemeliharaan sapi perah adalah di kawasan pegunungan dan dataran tinggi. Hal ini sangat berkaitan dengan salah satu syarat hidupnya yaitu suhu yang sejuk. Sebagian besar sistem peternakan sapi yang dilaksanakan di Nusa Tenggara Timur dilakukan dengan cara dibiarkan berkeliaran secara bebas di kawasan padang rumput hanya sewaktu-waktu saja dikandangkan. Dari ternak ini dapat dihasilkan antara lain daging, susu, kulit, dan tanduk.
Kerbau merupakan komoditas ternak besar kedua yang juga banyak dimanfaatkan tenaganya oleh penduduk. Binatang ini banyak dipelihara di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Selain itu juga terdapat di Tana Toraja Sulawesi Selatan. Hewan ternak besar lainnya adalah kuda. Hewan ini banyak dimanfaatkan sebagai alat transportasi yang utama sebelum ada sarana transportasi kendaraan bermotor. Jenis kuda yang biasa diternakkan di Indonesia berasal dari Arab Saudi, Persia, dan Mongolia. Kuda-kuda impor yang berasal dari ketiga negara tersebut, kemudian dikawinsilangkan untuk memperoleh jenis yang baru, dengan harapan untuk memperoleh keturunan unggul, seperti kuda Sandel (Sandel Wood) di Sumbawa, kuda batak, dan kuda di Pulau Jawa.
Pada saat ini, telah banyak upaya dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas ternak kuda, yaitu dengan cara melakukan kawin silang antara kuda jenis Australia dengan kuda sandel. Sebagaimana diketahui wilayah Sumbawa merupakan salah satu daerah di Indonesia yang masih mengusahakan ternak kuda dalam skala besar. Selain untuk di ekspor, fungsi utama kuda sandel adalah untuk membajak lahan pertanian penduduk.
2) Ternak Kecil
Ternak kecil terdiri atas jenis hewan domba (biri-biri), kambing, dan kelinci. Usaha pemeliharaan domba atau kambing ditemui hampir di seluruh wilayah tanah air, walaupun dalam skala kecil. Di wilayah perdesaan banyak penduduk yang memelihara hewan ini sebagai usaha sampingan pertanian. Ada dua cara pemeliharaan kambing yang umum dilakukan penduduk, yaitu melalui system penggembalaan di kawasan tegalan atau dengan cara dikurung di kandang, hanya sewaktu-waktu dilepas atau digembalakan. Selain dimanfaatkan dagingnya untuk konsumsi masyarakat dalam rangka pemenuhan kebutuhan protein hewani, manfaat yang dapat diambil dari pemeliharaan kambing adalah kulit, susu, dan bulunya. Kulit kambing merupakan salah satu baku industri sepatu dan tas, sedangkan bulu domba adalah bahan baku kain wool yang
relatif mahal harganya. Misalnya, bulu biri-biri merino yang sangat terkenal karena sangat tebal dan berkualitas tinggi. Ternak babi banyak diupayakan penduduk di daerah Bali, Nusa Tenggara Timur, Papua, Tapanuli, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan. Adapun hewan kelinci biasa diupayakan penduduk yang tinggal di wilayah dataran tinggi, karena hewan ini sangat cocok hidup di wilayah sejuk.
3) Ternak Unggas
Unggas merupakan kelompok hewan yang bersayap. Beberapa jenis hewan unggas, seperti ayam, itik, bebek, angsa, serta burung puyuh banyak diternakan oleh penduduk, baik dalam skala kecil dan sederhana, serta diperuntukkan bagi pemenuhan keperluan keluarga, maupun yang yang diupayakan secara profesional dengan teknologi peternakanyang modern. Beberapa jenis komoditas peternakanunggulan antara lain:
  •  itik alabio yang berasal dari Kalimantan Selatan yang berkualitas baik;
  • ayam ras broiler, dipelihara sebagai ayam pedaging;
  • ayam ras leghorn, dipelihara sebagai ayam petelor; dan
  • ayam buras (bukan ras) atau ayam kampung.





Kamis, 24 Oktober 2013

Pengolahan udang menjadi sumber konsumsi manusia



Udang merupakan jenis ikan konsumsi airpayau, badan beruas berjumlah 13 (5 ruas kepala dan 8 ruas dada) dan seluruh tubuh ditutupi oleh kerangka luar yandisebut  eksosketelon.  Umumnya  udang  yang  terdapat  di  pasaran sebagian besar terdiri dari udanglaut. Hanya sebagian kecil saja yang terdiri dari udang air tawar, terutama di daerah sekitar sungai besar dan rawa dekat pantai. Udang air tawar pada umumnya termasuk dalam keluarga Palaemonidae,  sehingga  parahli  sering  menyebutnya  sebagai  kelompok udang palaemonid. Udanglaut, terutama dari keluarga Penaeidae, yang bisa disebut udangpenaeid oleh para ahli.. Manfaat Udang antara lain


!)  Udangmerupakan bahan makanan yang mengandung protein tinggi, yaitu
21%, dan rendah kolesterol, karena kandungan lemaknya hanya 0,2%. Kandungan vitaminnya dalam 100 gram bahan adalah vitamin A 60 SI/100; dan vitamin B1 0,01 mg. Sedangkan kandungan mineral yang penting adalah zat kapur dan fosfor, masing-masing 136 mg dan 170 mg per 100 gram bahan.
2) Udangdapat diolah dengan beberapa cara, seperti beku, kering, kaleng, terasi, krupuk, dll.
3) Limbah pengolahan udang yang berupa jengger (daging di pangkal kepala)
dapat dimanfaatkan untuk membuat pasta udang dan hidrolisat protein.
4) Limbah yang berupa kepala dan kaki udang dapat dibuat tepung udang, sebagai sumber kolesterol bagi pakan udangbudidaya.
5) Limbah yang berupa kulit udang mengandung chitin 25% dan di negara maju sudah dapat dimanfaatkan dalam industri farmasi, kosmetik, bioteknologi, tekstil, kertas, pangan, dll.
6) Chitosan  yang  terdapat  dalam  kepala  udang dapat  dimanfaatkan  dalam industri kain, karena tahan apidan dapat menambah kekuatan zat pewarna dengan sifatnya yang tidak mudah larut dalam air.




Selasa, 15 Oktober 2013

Sejarah dan Manfaat Burung Puyuh

Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut “Quail”, merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandang- kandang ternak yang ada di Indonesia. Burung puyuh dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi manusia diantaranya meliputi : 1) Telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi danrasa yang lezat 2) Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya 3) Kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos yang baik dapat digunakan sebagai pupuk tanaman

Rabu, 02 Oktober 2013

Ikan Nila sebagai Ikan Konsumsi


Ikanila  merupakan jenis ikan  konsumsi  air tawar dengan  bentuk  tubuh memanjang dan pipih kesamping dan warna putih kehitaman. Ikan nila berasal dari Sungal Nil dan danau-danau sekitarnya. Sekarang ikan ini telah tersebar ke negara-negara di lima benua yang beriklim tropis dan subtropis. Sedangkan di wilayah yang beriklim dingin, ikan nila tidak dapat hidup baik Ikan nila disukai oleh berbagai bangsa karena dagingnya enak dan tebal seperti daging ikan kakapmerah. 

Bibit  ikadidatangkan  ke  Indonesia  secara  resmi  oleh  Balai  Penelitian Perikanan Air Tawar pada tahun 1969. Setelah melalui masa penelitian dan adaptasi, barulah ikan ini disebarluaskan kepada petani di seluruh Indonesia. Nila adalah nama khas Indonesia yang diberikan oleh Pemerintah melalui Direktur Jenderal Perikanan. Di Indonesia ikan nila telah dibudidayakan di seluruh propinsi. Ikan Nila dapat dimanfaatkan sebagai sumber penyediaan protein hewani.





Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More