Sabtu, 23 November 2013

Komponen-komponen umum Kebugaran Jasmani




Salah satu manfaat olahraga adalah terbentuknya kebugaran tubuh  atau  jasmani.  Kebugaran jasmani  adalah  kemampuan tubuh untuk melakukan kegiatan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan fisik dan mental yang berlebihan. Kebugaran jasmani sangat penting dalam menunjang aktifitas kehidupan sehari-hari, akan tetapi nilai kebugaran jasmani tiap-tiap orang berbeda-beda sesuai dengan tugas/profesi masing-masing. Kebugaran jasmani terdiri  dari  komponen-komponen yang  dikelompokkan menjadi kelompok yang berhubungan dengan kesehatan (health related physical fitness) dan kelompok yang berhubungan dengan ketrampilan (skill related physical fitness).
Komponen kebugaran jasmani yang berkaitan dengan kesehatan.

                                                          
1. Komposisi tubuh
1.   Adalah  persentase  (%)  lemak  dari  berat  badan  total  dan
Indeks Massa Tubuh (IMT).
2.    Lemak  cepat  meningkat  setelah  berumur  30  tahun  dan cenderung menurun setelah berumur 60 tahun.
3.   Memberi bentuk tubuh.
4.   Pengukuran: Skinfold callipers, IMT.
5.    Obesitas  pada  anak-anak  disebabkan  oleh:  hipeplasi  dan hipertropi sel adiposit serta input berlebihan.
6.    Obesitas pada orang dewasa oleh: hiperplasi dan hipertropi sel adiposit serta output yang kurang.

2. Kelenturan/fleksibilitas tubuh
1.     Adalah luas bidang gerak yang maksimal pada persendian, tanpa dipengaruhi oleh suatu paksaan atau tekanan.
2.     Dipengaruhi  oleh:  Jenis  sendi;  Struktur  tulang;  Jaringan sekitar sendi, otot, tendon dan ligamen.
3.      Wanita (terutama ibu hamil) lebih lentur dari laki-laki. 4.   Anak-anak lebih besar dari orang dewasa.
4.      Puncak kelenturan terjadi pada akhir masa pubertas.
5.     Penting  pada  setiap  gerak  tubuh  karena  meningkatkan efisiensi kerja otot.
6.     Dapat mengurangi cedera (orang yang kelenturannya tidak baik cenderung mudah mengalami cedera).
7.     Pengukuran:   Duduk   tegak   depa (Sit   an reachTest) Flexometer.

3. Kekuatan otot
1.    Adalah kontraksi maksimal yang dihasilkan otot, merupakan kemampuan untuk membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan.
2.    Laki-laki  kira-kira  25%  lebih  besar  dari  wanita  (testoteron merupakan anabolik steroid).
3.   Diukur dengan dinamometer.


4. Daya tahan jantung paru
1.    Kemampuan  jantung,  paru   dan   pembuluh  darah   untuk berfungsi secara optimal pada waktu kerja dalam mengambil O2  secara maksimal (VOmaks) dan menyalurkannya keseluruh tubuh terutama jaringan aktif sehingga dapat digunakan untuk proses metabolisme tubuh.
2.    Kemampuan  otot-otot  besar  untuk  melakukan  pekerjaan cukup berat dalam waktu lama secara terus menerus.
3.   Merupakan komponen kebugaran jasmani terpenting.
4.   Pengukuran: test lari 2,4 Km (12 menit), Bangku Harvard test, Ergocycles  test.

5. Daya tahan otot
1.    Merupakan   kemampuan   untuk   kontraksi   sub   maksimal secara berulang-ulang atau untuk berkontraksi terus menerus dalam suatu waktu tertentu.
2.   Mengatasi kelelahan.
3.   Pengukuran: Push up test, Sit up test.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More