Selasa, 19 November 2013

Tahap-tahap Respirasi/pernafasan pada manusia



Respirasi/ pernafasan pada manusia dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) tahapan yaitu:
1.  Respirasi  luar  merupakan  pertukaran  gas  dari  atmosfer  ke paru-paru dan sebaliknya. Masuknya udara dari atmosfer ke paru-paru disebut inspirasi dan proses sebaliknya disebut ekspirasi. Perpindahan gas dari suatu tempat ke tempat lain dapat terjadi jika ada perbedaan tekanan udara. Pada inspirasi otot diafragma kontraksi (menjadi datar), demikian juga otot intercostalis sehingga mengangkat tulang rusuk akibatnya volume           rongga   dada   semakin   membesar   dan   tekanan udaranya turun. Penurunan tekanan rongga dada yakni lebih rendah 1 atm dibanding tekanan udara luar (atmosfer) tersebut akan mengakibatkan udara mengalir dari luar ke paru-paru. Setelah berkontraksi maka otot diafragma dan antar iga (intercostalis) akan relaksasi sehingga posisi tulang rusuk dan diafragma akan kembali seperti semula, akibatnya volume rongga dada mengecil dan tekanannya meningkat dengan demikian udara akan keluar dari paru-paru ke atmosfir atau disebut ekspirasi. Perpindahan gas Odari alveolus ke kapiler alveoli melalui membran respirasi yang terjadi secara difusi. Oleh  karena  itu  proses  tersebut  tergantung  pada:  tekanan parsiil gas, permiabilitas epitel (membran respirasi), luas permukaan membran respirasi, kecepatan sirkulasi darah di kapiler paru-paru.
2.  Transport gas Oksigen (O2) dari kapiler paru-paru diangkut ke jaringan  menggunakan  hemoglobin  (Hb)  yang  terdapat  di dalam  sel  darah  merah.  Perpindahan oksigen dari  alveolus paru-paru ke kapiler paru-paru terjadi secara difusi, oleh karena itu tergantung pada tekanan oksigen parsial pada darah arteriil yaitu 100 mmHg dan tekanan CO2 yaitu 40 mmHg. Pada tekanan tersebut 96 % Hb tersaturasi dengan oksigen menjadi HbO2. Pada jaringan tekanan oksigen 35 mmHg dan tekanan CO2 50 mmHg, maka sebagai konsekuensinya oksigen akan berdifusi dari eritrosit ke sel/jaringan malalui cairan plasma dan kemudian cairan interstitial. Sementara CO2 juga berdifusi dari jaringan  ke  eritrosit.  Darah  vena  memiliki  tekanan  CO 46 mmHg, sedangkan tekanan oksigennya 40 mmHg. Pada olahraga (latihan) tekanan O2 di jaringan turun sedang tekanan CO2 meningkat, hal ini akan menaikkan kebutuhan oksigen.
3.  Respirasi  seluler  atau  interna  adalah  pemanfaatan  oksigen
untuk oksidasi seluler di dalam mitokondria sehingga dihasilkan energi (ATP), panas, air, dan CO2.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More